cah bangku kulon_SMK_TKJ
Rabu, 09 Maret 2022
Friend
assalamualaikum wr. wb
jika mencari teman lebih baik sebaik baik buku...setiap kita alaami di sekitar kita pasti yang menorehkan pena hanya sebuah buku catatan, bukanlah seorang teman. ku mencoba tidak sekali kali lagi mempercayai seorang teman.
dan ku mencoba tidak lagi akan mempercayai teman sebelum ku melihat karakter asli sebenarnya, biarkanlah orang lain, teman,
Senin, 30 April 2018
saluaran telekomunikasi
Saluran
telekomunikasi untuk akses internet
1.
Saluran telepon
Untuk mengakses internet melalui saluran telepon,
kita memerlukan modem. Modem digunakan untuk mengubah signal digital menjadi
signal analog pada saat data dari computer akan dikirimkan melaluli saluran
telepon dan mengubah signal analog menjadi signal digital pada saat data dari
saluran telepon akan diterima oleh computer. Modem diperlukan karena computer
hanya mengenal data digital, sedangkan saluran telepon anya bisa mentrasmisikan
signal analog
Saluran telepon digunakan untuk menghubungkan computer kita ke ISP untuk
akses internet. Umumnya, kecepatan akses internet melalui telepon di Indonesia
berkisar antara 9,6 kbps hingga 28,8 kbps, sedangkan kecepatan akses internet
melalui modem yang disediakan ISP sekitar 28,8 kbps hingga 56 kbps.
2.
ISDN (integrated service digital
network)
ISDN merupakan layanan telepon digital berkecepatan
tinggi.ISDN memberikan kemungkinan akses internet cepat dengan kecepatan hingga
128 kbps.akses internet melalui saluran ISDN juga memerlukan modem khusus
meskipun sinyal yang ditransmisikan sudah berupa sinyal digital. Dalam hal
ini,modem ISDN tidak melakukan konversi signal digital ke signal atau
sebaliknya, melainkan hanya memproses signal antara computer dan saluran ISDN.
3. HDSL
(High data –rate digital subscriber lines)
HDSL merupakan system yang memungkinkan transmisi
data berkecepatan tinggi, 1,544 mbps hingga 2,048 mbps menggunakan saluran
kawat twesthed pair. Akses internet melalui HDSL cocok digunakan umtuk
gedung-gedung perkantoran karena aksesnya yang cepat dan memerlukan band width
relative kecil (80khz-240khz), serta tidak memerlukan repeater (alat untuk
memperkuat kembali signal yang melemah karena ditransmisikan).
4. SDSL
(Symetrical Digital subricber line)
Disebut symmetric karena kecepatan aliran data untuk
upload sama dengan kecepatan aliran data selama download. Jangkuan SDSL tak
lebih dari 3km dimana jarak tersebut kecepatan aliran datanya mencapai
kecepatan 6mbps (rata-rata kecepatannya 1,544mbps-2,048mbps. Saluran ini cocok
untuk akses laine jarak jauh (remot LAN) atau untuk kompleks perumahan.
5. ADSL
(Asymetric Digital subricber line)
Disebut asymetric karena kecepatan untuk kirim data
(upload atau upstream) berbeda dengan
kecepatan untuk menerima data (download) atau downstream). Kecepatan upstream
dapat mencapai 8mbps, sedangkan kecepatan downstream bisa mencapai 1mbps dengan
jangkuan kabel maksimal 5,5 km.
6. VDSL
(Very high-bit-rate digital subscriber line)
VDSL dapat mengirimkan computer dengan kecepatan 1,6
mbps dan menerima data dengan kecepatan 25 mbps pada jarak maksimum 900 m. oleh
karena kecepatannya yang tinggi, VDSL memerlukanserat optic untuk transmisi
data. Serat optic memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi daripada kabel
tembaga biasa.
7. VSAT
(vey small aperture terminal)
VSAT (Very small aperture terminal) merupakan
pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi
internet dimana tidak ada intrastuktur lain seperti leased, adsl, isdn, bahkan
tidak juga telepon. VSAT ini berbentuk seperti pirigan yang berukuran besar dan
menghadap ke langit deangan peralatan ini maka sinyal digial diterima dan
dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk
dikirimkan ke titik lainya diatas bumi.
Sebenarya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah
satelt geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu
berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik
yang sama di permukaaan bumi, katakanlah diatas monas maka dia akan selalu
berada di atas sama dan mengikuti perpuaran bumi pada sumbunya. Kronologi
satelit VSAT menawarkan beberapa kelebihan yang tidak dimilliki jaringan
terrestrial (didarat atau bumi) dalam hal jangkauan, sebuah satelit GEO
(Geostasionary earth orbit) dapat meliputi lebih dari sepertiga (+40%)
permukaan bumi. Tiga satelit GEO sudah dapat menjangkau seluruh wilayah di bumi
kecuali sebagian daerah kutub. Wilayah liputan yang sedemikian luas secara
ekonomis menyebabkan system satelit jauh lebih murah dibandingan jika harus
membangun jaringan serat optic ataupun jaringan terrestrial lainnya untuk luas
cakupan yang sama. Jaringan komunikasi satelit VSAT untuk pengiriman data dan
suara menjamin keandalan atau realibilitas. Keberhasilan hubungan sebesar 99,9
%. Disamping itu kelebihan yang tak kalah pentingnya adalah kemudahan dan
kecepatan pemasangan terminal VSAT.
Dalam system VSAT, topologi yang paling popular
adalah start. Dalam konfigurasi sebuah stasiun berhubungan banyak dengan remot
setting. Yang tersebar di banyak loaksi. Dengan teknologi ini , kecepatan
transmisi data dapat mencapai 55 mbps.
8. Radio
paket
Radio paket merupakan suatu bentuk komunikasi
data/aplikasi yang menggunakkan gelomang radio sebagai media koneksi.gelombang
radio dapat disbut sebagai medium
seperti halnya kabel.pada dasarnya saat kita menggunakan internet, lalulintas data antara suatu ISP kebackbome atau
jaringan utama bisa jadi lewat radio , satelit, mikro wafe. Untuk akses
internet lewat radio, kita harus menggunakan modem khusus untuk radio
Modem radio jenisnya bermacam macam. Modem pertama
kali dikembangkan adalah TNC (terminal node controller). TNC dikrmbangkan pada
tahun 1982 , dan dirancang sebagai sebuah computer mini berbasis zilog Z-80
yang dilengkapi dengan modem radio. Modem yang kedua adalah baycom modem. Modem
ini dekembangkan oleh baycom group, satu kelompok amatir radio diJerman. Modem
ini hanya berisi modulator-demodulator sederhana berbasis IC TCM 3105. Modem
ini dibantu dengan sebuah perangkat lunak pacet dliver yaitu AX25.COM
Bentuk
koneksi internet dengan menggunakan radio pacet sebenarnya tidak banyak berbeda
dengan internet dengan menggunakan sambungan telepon. Pengguna harus menyiapkan
sebuah modem radio dan pesawat radio komunikasi. Modem radio tidak sama dengan
modem telepon. Karena modem radio dirancang khusus untuk mengirim atau menerima
data dari pesawat radio. Pesawat radio
komunikasi yang dapat dipakai ada bermacam macam, contohnya pesawat radio 2m
VHF (144mhz) atau lebih popular dengan sebutan HT ( Hndy Talkie).
Alternative koneksi atau akses internet lewat gelombang radio ini
merupakan koneksi paling ekonomis, karena biaya telepon dapat ditekan.
Sakarang, kemajuan teknologi ini telah memungkinkan kita untuk menggunakan
kartu suara yang dapat digunakan sebagai modem radio pacet. Namun, kecepatan
radio ini hanya berkisar antara 1,2kbps dan 9,6kbps.
9. TV
kabel
TV kabel juga dapat kita gunakan sebagai saluran
untuk mengakses atau koneksi internet. Internet lewat jaringan TV kabel
mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan internet lewat jaringan telepon.
Salah satunya adalah akses internet dapat dilakukan selama 24 jam. Hal ini
bisa terjadi karena operator TV kabel
mengaktifkan jaringan pada pelayanannya selama 24 jam penuh. Jika pelanggan
menambah fasilatas , para operator TV kabel akan menarik tambahan pada biya
pada langganan bulanan. Biaya tambahan ini lebih murah dibanding ongkos yang
harus dibayar jika menggunakan media saluran telepon selama 24 penuh untuk
1bulan. Selain itu, dengan kabel internet, kita tidak perlu lagi melakuakan
proses dialing seperti yang dilakukan pada jaringan telepon. Tidak ada lagi
jawaban nada sibuk(busy tone) saat semua saluran telepon ke ISP sedang padat.
Bahkan tidak ada lagi panggilan telepon yang tiak terjaab saat kita sedang
akses internet.
Internet kabel menggunakan kabel koak sian sebagai media aksesnya. Pada
awalnya kabel koak sial itu hanya digunakan untuk menyalurkan sinyal t saja.
Bahkan dalam beberapa system, kabel koak sial hanya dipakai sebagai media untuk
mendestrebusikan sinyal. Selain itu disesteem lain, kobel serat optic ditarik
dari perusahaan penyedia layanan TV kabel keberbagai wilayah utama. Ditempat
tersebut kabel serat optic diubah sinyalnya untuk dialihkan mengguanakan kabel
koak sial kerumah rumah pelanggan. Teknologi yang menggabungkan serat optic dan
kabel koak sial untuk didistribusikan pelanggan dikenal dengan teknologi HVC
(Hybird Fiber-Coaxial). Teknologi HFC merupakan plat from jaringan yang
menyediakan 3 saluran sekaligus antara lain saluran TV , akses internet cepat,
dan telepon.
Kecepatan transmisi data ( upstream dan downstream) juga lebih tinggi
dibanding transmisi data pada jaringan telepon
standar maupun ISDN. Jika kecepatan transmisi data maksimal pada salura
standar 288,8 kbps dan ISDN sebesar 128 kbps, maka pada jaringan TV kabel dapat
mencapai 38 mbps (megabit per detik). Kecepatan transmisi data ini kinerjanya
tidak terpengaruhi jauh dekatnya jarak antara pelanggan dan penyedia layanan.
Dengan kecepatan setinggi itu, kita dapat menerima aliran audio (audio video
stream) yang lebih lancar tidak diam membeku (freeze). Dengan demikian,
teleconference dengan live video audio bersama rekan kerja atau video audio
chatting dengan keluarga ditempat yang jauh dapat dilakukan dengan nyaman.
10. Kabel
listrik (PLC/Power line communication)
Kabel listrik merupakan alternative baru untuk akses
kedunia maya (internet). Secara teoritis, kabel listrik atau power line
communication (PLC) mampu menyediakan akses cepat hingga 10 mbps. Dengan akses
diap up (lewat telepon) yang baru bisa mencapai 56 kbps misalnya berarti
kecepatan akses PLC mampu mencapai 200 kali lebih cepat. Melalui teknologi ini,
pengguna juga sekaligus bisa menelepon dengan VOIP (voice over internet
protocol), melakukan transfer video dan aktifitas berinternet umunya.
Secara prinsip, pengiriman data melalui kabel listrik dilakukan dengan
menumpangkan sinyal komunikasi yang berisi data di bawah frekuensi aliran
listrik. Proses penumpangan sinyal data.
Dalam teknologi PLC, modem yang digunakan
berbeda dengan jenis modem yang biasa digunakan untuk dial up.
11.
Teknologi WAP (Wireless Application Protocol)
WAP adalah sebuah protocol yang memungkinkan para
pengguna ponsel dapat mengakses layanan-layanan on-line imternrt dengan
menggunakan build-in bro w ser pada
ponsel. WAP programming menggunakan bahasa computer yang mirip dengan HTML yang
dinamakan wireless website/situs pada peralatan wireless, contohnya ponsel.
Seperti halnya HTP (Situs yang ditampilkam lewat
browser seperti internrt explorer, opera, nescape navigator, mosilla, dsb)
untuk dapat masuk ke situs-situs WAP, ponsel kita membutuhkan aplikasi berupa
mini browser WAP. WAP berkerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6
kbps.
12. GPRS (general packet radio servise)
Teknologi GPRS (general packet service) yang
memungkinkan kita untuk dapat mengakses internet dimana pun berada selama
sinyal GPRS tersebut ada. Namun, ada beberapa operator GSM yang menawarkan
tariff flat per bulan dan bukan hitungan banyaknya data yang di transfer. Jadi,
sebagai pengguna GPRS bisa memilih yang sesuai dengan manfaat dan kemampuan
financial yang dimiliki pengguna.
13. WIFI
(Wireless Fidelity)
WIFI (Wireless fidelity)adalah standar IEEE (insiute
of electrical and electronics engineers) 802.11x< yaitu teknologi
wireless/nirkabel yang mampu menyediakan akses internet dengan bendwidth besar,
mencapai 11 mbps. WIFI merupakan teknologi tanpa kabel yang bekerja seperti
telepon seluler di dalam dan diluar rumah.
panduan membangun jaringan peer to peer
Panduan Membangun
Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
Panduan Membangun
Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel –
Sebelumnya saya sudah pernah menulis artikel mengenai cara membuat/membangun
jaringan peer to peer. Namun pada artikel
tersebut jenis koneksi atau media transmisi yang digunakan yaitu wireless,
dengan memanfaatkan teknologi adhoc.
Bernita melanjutkan tulisan terdahulu, pada artikel ini saya akan membagi
kepada Anda bagaimana cara membuat atau membangun jaringan peer to peer yang
menggunakan koneksi kabel.
Ada beberapa hal mendasar
yang menjadi perbedaan antara koneksi wireless dan kabel. Salah satunya, kita
harus membuat kabel terlebih dahulu, dan juga kabel yang kita buat
tersebut harus sesuai dengan apa yang akan kita hubungkan. Karena pada
jaringan peer to peer yang menggunakan koneksi kabel, tidak selalu
menghubungkan komputer dengan komputer secara langsung. Bisa juga menggunakan
perangkat tambahan seperti switch ataupun hub, dengan tujuan agar bisa
menghubungkan lebih dari dua komputer. Jadi menentukan tipe kabel yang akan
digunakan sangatlah penting.
Kita tidak akan
mempermasalahkan tentang kabel lebih jauh, saya asumsikan Anda sudah mengerti
mengenai susunan kabel UTP serta kegunaannya. Oke, langsung saja kita mulai
membangun jaringan peer to peer. Pada tutorial dibawah ini, saya uga
menyertakan sedikit tentang subnetting, yang dimaksudkan agar Anda bisa lebih
mengerti dengan subnetting.
Topologi pertama,
menghubungkan dua komputer
Apabila komputer yang
ingin dihubungkan hanya berjumlah dua, kita tidak perlu repot-repot menambah
perangkat jaringan lain seperti misalnya switch. Cukup dengan satu buah kabel
saja kita sudah bisa menghubungkan kedua komputer tersebut. Syarat utama
komputer untuk terhubung dengan jaringan adalah memiliki Network Interfaces
Card.
Langkah-langkah pembuatan
jaringan peer to peer
Kita asumsikan bahwa
kedua komputer sudah memiliki syarat yang dibutuhkan dan sudah terhubung dengan
baik. Setelah semua terhubung dengan baik, kita bisa mengatur IP address pada
setiap komputer.
1. Pada gambar topologi diatas kita mengatur IP address komputer
A 192.168.1.1 dengansubnetmask 255.255.255.0.
2. Itu berarti komputer B tidak bisa lagi
menggunakan IP address 192.168.1.1, karena sudah digunakan pada komputer
A.
3. Berdasarkan subnetmask yang ada, banyaknya range IP address
adalah 256 host. (192.168.1.0 s/d 192.168.1.255). Baca cara melakukan
subnetting IP Address.
4. IP 192.168.1.0 tidak
bisa digunakan karena diperuntukan untuk network address, begitu juga
dengan IP 192.168.1.255 karena alamat tersebut digunakan untuk
broadcast Address.
5. Jadi, IP address yang tersedia untuk bisa digunakan pada
komputer B yaitu 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254.
6. Setelah menentukan IP address untuk komputer B, langsung saja
kita setting IP address untuk komputer B. Misal IP Address
192.168.1.30 dengan subnetmask 255.255.255.0.
7. Setelah masing-masing komputer memiliki IP Address, kita bisa
langsung mengetes koneksi antara dua komputer tersebut.
8. Pada PC A, lakuka tes ping ke IP address komputer B. Pastikan
sudah reply.
9. Pada PC B, lakuka tes ping ke IP address komputer A. Pastikan
sudah reply.
10. Apabila saat melakukan ping mendapat pesan error, itu berarti
koneksi antara dua komputer belum berhasil. Hal ini bisa terjadi karena
windows firewall belum dimatikan. Coba Anda matikan fitur windows firewall
dan tes koneksi kembali melalui ping. Lihat cara mematikan
firewall di windows
Setelah dua komputer
sudah terkoneksi, baik itu secara fisik maupun software, berarti jaringan peer
to peer Anda sudah berhasil dibuat. Kini Anda bisa saling bertukar data antara
komputer A dan komputer B.
(adsbygoogle =
window.adsbygoogle || []).push({});
Topologi
kedua, menghubungkan lebih dari dua komputer
Jika kita ingin
menghubungkan lebih dari dua komputer pada jaringan, kita harus menambahkan
satu perangkat yang berfungsi sebagai consentrator. Perangkat yang dimaksud
adalah switch ataupun hub.
Sedikit berbeda dengan
yang sebelumnya, pada topologi yang kedua ini kita harus menambahkan perangkat
baru, jumlah kabel yang lebih banyak, dan tentunya jenis kabel yang digunakan
adalah straight-trought.
Sebenarnya sama saja
metode yang dilakukan untuk membangun jaringan peer to peer yang jumlah
komputer lebih dari dua. Setelah terhubung dengan baik secara fisik, kita hanya
perlu melakukan configurasi IP address di setiap komputer, agar semua komputer
dapat saling terhubung dan bertukar informasi.
1. Pada topologi kita asumsikan komputer A sudah terkonfigurasi IP
addressnya 192.168.1.1 dengan subnetmask 255.255.255.240.
2. Karena subnetmask nya adalah 255.255.255.240, maka jumlah range
ip address adalah 256 – 40 = 16 Host.
3. Jumlah blok subnet adalah 256 : 16 host = 16 Blok subnet. (Blok
I: 192.168.1.0 – 192.168.1.15, Blok II: 192.168.1.16 – 192.168.1.31, dan
seterusnya)
4. Karena komputer A berada pada blok pertama, maka IP address yang
tersedia untuk komputer B, C, dan D berkisar antara 192.168.1.2 s/d
192.168.1.14.
5. Setelah ketiga komputer lainnya sudah disetting IP address nya.
Coba lakukan ping dari komputer A ke komputer B, C, dan D. Pastikan reply.
6. Begitu pula pengetesan koneksi dari komputer B, C, dan D,
pastikan sudah reply
Jika
dari semua komputer sudah reply, berarti jaringan peer to peer Anda sudah
berhasil dibuat. Antara keempat komputer yang terhubung tersebut sudah bisa
saling bertukar data.
Gimana, mudah bukan membangun jaringan peer to peer menggunakan
koneksi kabel. Mungkin Anda agak sedikit kebingunan dengan subnetting yang ada
diatas. Bagi Anda yang masih bingung dengan perhitungan subnetting IP address,
silahkan baca pada artikel tentang cara
menghitung subnetting.
jaringan peer to peer
Pengertian Jaringan Peer to
Peer Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Agar
semua komputer dalam sebuah wilayah yang sama dapat saling terhubung, saling
berbagi data dan informasi, maka dibentuklah jaringan
komputer.
Jaringan komputer yang dibentuk ini bermacam-macam jenisnya, baik dilihat dari
skala jaringan, susunan struktur jaringan, media transmisi data, atau
fungsinya. Berdasarkan fungsinya, jaringan dikelompokkan menjadi dua jenis,
yaitu jaringan client server dan jaringan peer to peer.
Pada
jaringan client server, terdapat satu komputer yang berfungsi sebagai server
yang mengatur sistem dalam jaringan, sedangkan komputer lainnya bertindak
sebagai klien. Berbeda dengan jaringan client server, pada jaringan peer to
peer tidak memiliki server pusat yang mengatur klien-klien. Pada jaringan peer
to peer semua komputer bertindak sebagai server untuk komputer lainnya, jadi
semua komputer adalah server sekaligus juga klien.
Jaringan
Client-Server VS Peer to Peer
Jenis
jaringan peer to peer sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1980 dan
banyak digunakan pada jaringan yang skalanya terlalu kecil untuk memiliki
sebuah server yang terdedikasi. Namun jaringan ini baru mulai banyak digunakan
ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows For Workgroups. Aplikasi
file sharing (berbagi berkas) pada jaringan
internet seperti Napster
membuat konsep jaringan peer to peer menjadi populer. Dengan konsep jaringan
ini, para pengguna dimungkinkan untuk saling berbagi, mencari dan mengunduh
data dari seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tanpa melalui
perantara.
Pengertian Jaringan Peer To Peer
Seperti
yang sudah disebutkan sebelumnya, jaringan peer to peer merupakan jaringan
komputer dimana setiap
komputer yang
terhubung dalam jaringan tersebut merupakan klien sekaligus juga server.
Jaringan ini dibentuk tanpa adanya kontrol terpusat dari sebuah server yang terdedikasi.
Setiap komputer memiliki kedudukan yang sama. Pertukaran data antar komputer
serta penggunaan fasilitas komputer yang terhubung pada jaringan peer to peer
dapat dilakukan secara langsung. Tidak ada pengendali dan pembagian hak akses.
Skema Sederhana
Jaringan Peer to Peer
Misalkan
ketika komputer A dalam jaringan peer to peer akan mengambil data dari komputer
B, maka pada saat itu komputer A akan bertindak sebagai server sehinga dapat
mengakses file dari komputer B. Sedangkan komputer B saat itu bertindak sebagai
klien. Demikian juga sebaliknya, jika komputer B mengambil data dari komputer
A, atau komputer C, maka saat mengakses file komputer B akan bertindak sebagai
server, dan komputer A atau C bertindak sebagai klien. Kedua fungsi tersebut, server
dank lien dapat dilakukan oleh komputer dalam jaringan peer to peer secara
bersamaan.
Jaringan
peer to peer biasanya diterapkan pada jaringan dengan skala kecil, 2 hingga 10
komputer dengan satu atau dua peripheral. Tujuan penggunaan jaringan peer to
peer yang paling utama adalah penggunaan program, data atau peripheral
(misalnya printer) secara bersama-sama. Untuk
keamanan, setiap user komputer bertanggung jawab terhadap keamanan komputernya
masing-masing.
Karakteristik Jaringan Peer To Peer
Karakterisrik
dari jaringan peer to peer antara lain:
- Tidak memiliki sebuah
komputer yang berfungsi sebagai server terdedikasi.
- Setiap komputer dalam
jaringan merupakan server dan sekaligus juga klien.
- Tidak adanya kontrol pada
pengaturan keamanan jaringan
- Tidak memerlukan spesifikasi
komputer yang setara untuk dapat terhubung dalam satu jaringan
Jaringan
peer to peer memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibanding dengan jaringan
client server, yaitu sebagai berikut:
Kelebihan
jaringan peer to peer
- Biaya yang dibutuhkan untuk
mengimplementasikannya jauh lebih murah,, sebab tidak memerlukan server
dengan spesifikasi yang tinggi untuk dapat melayani semua client
- Setiap komputer dalam
jaringan berperan sebagai klien dan juga server, sehingga semua komputer
memiliki hak yang sama.
- Kelangsungan kinerja
jaringan tidak tergantung pada komputer server.
- Tidak membutuhkan sistem
operasi maupun aplikasi khusus untuk server.
- Tidak membutuhkan administrator khusus untuk merawat jaringan.
- Instalasi jaringan mudah.
- Antar komputer dalam
jaringan dapat saling berbagi-pakai hardware seperti: harddisk,
drive, fax/modem, printer, atau fasilitas lain yang terhubung dalam satu
jaringan.
- Jika salah satu komputer
bermasalah, tidak akan mempengaruhi jaringan atau komputer lain.
Kekurangan
Topologi Peer to Peer
- Tingkat keamanan jaringan
rendah, rentan terhadap serangan pihak luar. Sebab tanpa adanya server,
keamanan dalam jaringan ditentukan oleh setiap user masing-masing
komputer.
- Backup juga dilakukan pada
masing-masing komputer.
- Troubleshooting
(identifikasi permasalahan) jaringan lebih sulit, sebab semua komputer
terlibat dalam sistem komunikasi jaringan.
- Sulit dikembangkan, sebab
tipe jaringan ini tidak cocok untuk digunakan dalam skala besar
- Administrasi tidak
terkontrol.
- Kinerja jaringan lebih
rendah karena selain harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan, setiap
komputer juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasinya sendiri.
- Banyak file sharing akan
mempengaruhi kinerja komputer.
Untuk
membangun jaringan peer to peer tidak memerlukan hub, sebab antar komputer bisa
langsung dihubungkan menggunakan sebuah kabel
UTP dan
konektor RJ45. Komputer yang dihubungkan pun tidak harus memiliki spesifikasi
yang sama, cukup dengan menambahkan network card pada komputer, maka
komputer bisa saling terhubung.
Pada
jaringan internet, penggunaan konsep peer to peer oleh berbagai penyedia
layanan peer to peer atau yang dikenal dengan istileh ‘file sharing’
membuat kita dapat melihat file yang dimiliki orang lain yang juga terhubung
dengan internet. Dan bukan hanya itu, kita juga dapat mendownload dan
mengcopynya. Hal ini menjadi kontroversi, sebab ilegal file sharing
dapat menimbulkan banyak kerugian, misalnya seperti kasus Naspster
(berbagi file musik) di tahun 1999 lalu.
Demikian
artikel mengenai pengertian jaringan peer to peer ini. Jaringan peer to peer
merupakan jaringan dimana semua komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut
merupakan client dan sekaligus juga server, sehingga memiliki hak dan kewajiban
yang sama.
cara menghubungkan 2 kabel lan
Cara
Menghubungkan Dua Komputer dengan kabel LAN (peer to peer)Apabila anda mempunyai dua komputer dan ingin agar
kedua komputer tersebut saling terhubung dan dapat saling berkomunikasi, supaya
bisa bertukar data, sharing internet, sharing printer, sharing aplikasi, game 2
Players, dll, cara yang paling mudah adalah dengan menghubungkannya menggunakan
kabel UTP / kabel LAN.Syaratnya
yaitu kedua komputer memiliki port Ethernet (LAN Card/NIC Card).
Umumnya komputer yang ada pada saat ini sudah memiliki port
Ethernet ini. Untuk komputer yang lama dan tidak memiliki, dapat ditambahkan
NIC PCI atau NIC USB (USB to LAN)
|
Port LAN pada komputer Desktop
|
|
Port LAN pada Laptop
|
![]() |
|
Komputer A
Komputer B
|
• Kemudian klik Local
Area Connection
• kemudian
klik pada Properties
• Sorot
pada Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)• Klik Properties
• Pilih Use
the following IP address• Isikan IP
address, contoh : 192.168.0.1• Subnet
mask : 255.255.255.0• Klik OK
Tadi itu
adalah untuk setting Komputer ALakukan
langkah yang sama untuk komputer B, yang beda adalah dalam mengisi IP address• Untuk
komputer B, isi IP address misal dengan : 192.168.0.2
Selesai
sudah pemberian alamat IP address untuk kedua komputer, dan seharusnya antara
kedua komputer tersebut sudah dapat saling berkomunikasi.• Untuk
mengecek koneksi, dapat dilakukan dengan perintahping(untuk dapat
melakukan perintah ping, offkan/matikan terlebih dahulu Windows
Firewallnya, masuk dari Control Panel–> Windows Firewall –> Turn off
Windows Firewall) Perintah
Ping dari komputer A ke Komputer B• Di
Komputer A masuk ke Command prompt (klik berbarenganLogo Windows dan R),
kemudian ketik CMD maka akan tampil layar Command Prompt
(layar yang berwarna hitam) • Ketik :Ping
192.168.0.2 kemudian tekan Enter|
Perintah Ping dari Komputer A ke
komputer B
|
x
Langganan:
Komentar (Atom)


