Senin, 30 April 2018

saluaran telekomunikasi



Saluran telekomunikasi untuk akses internet
1.       Saluran telepon
Untuk mengakses internet melalui saluran telepon, kita memerlukan modem. Modem digunakan untuk mengubah signal digital menjadi signal analog pada saat data dari computer akan dikirimkan melaluli saluran telepon dan mengubah signal analog menjadi signal digital pada saat data dari saluran telepon akan diterima oleh computer. Modem diperlukan karena computer hanya mengenal data digital, sedangkan saluran telepon anya bisa mentrasmisikan signal analog
        Saluran telepon digunakan untuk menghubungkan computer kita ke ISP untuk akses internet. Umumnya, kecepatan akses internet melalui telepon di Indonesia berkisar antara 9,6 kbps hingga 28,8 kbps, sedangkan kecepatan akses internet melalui modem yang disediakan ISP sekitar 28,8 kbps hingga 56 kbps.
2.       ISDN  (integrated service digital network)
ISDN merupakan layanan telepon digital berkecepatan tinggi.ISDN memberikan kemungkinan akses internet cepat dengan kecepatan hingga 128 kbps.akses internet melalui saluran ISDN juga memerlukan modem khusus meskipun sinyal yang ditransmisikan sudah berupa sinyal digital. Dalam hal ini,modem ISDN tidak melakukan konversi signal digital ke signal atau sebaliknya, melainkan hanya memproses signal antara computer dan saluran ISDN.
3.       HDSL (High data –rate digital subscriber lines)
HDSL merupakan system yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi, 1,544 mbps hingga 2,048 mbps menggunakan saluran kawat twesthed pair. Akses internet melalui HDSL cocok digunakan umtuk gedung-gedung perkantoran karena aksesnya yang cepat dan memerlukan band width relative kecil (80khz-240khz), serta tidak memerlukan repeater (alat untuk memperkuat kembali signal yang melemah karena ditransmisikan).
4.       SDSL (Symetrical Digital subricber line)
Disebut symmetric karena kecepatan aliran data untuk upload sama dengan kecepatan aliran data selama download. Jangkuan SDSL tak lebih dari 3km dimana jarak tersebut kecepatan aliran datanya mencapai kecepatan 6mbps (rata-rata kecepatannya 1,544mbps-2,048mbps. Saluran ini cocok untuk akses laine jarak jauh (remot LAN) atau untuk kompleks perumahan.
5.       ADSL (Asymetric Digital subricber line)
Disebut asymetric karena kecepatan untuk kirim data (upload atau upstream) berbeda  dengan kecepatan untuk menerima data (download) atau downstream). Kecepatan upstream dapat mencapai 8mbps, sedangkan kecepatan downstream bisa mencapai 1mbps dengan jangkuan kabel maksimal 5,5 km.
6.       VDSL (Very high-bit-rate digital subscriber line)
VDSL dapat mengirimkan computer dengan kecepatan 1,6 mbps dan menerima data dengan kecepatan 25 mbps pada jarak maksimum 900 m. oleh karena kecepatannya yang tinggi, VDSL memerlukanserat optic untuk transmisi data. Serat optic memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi daripada kabel tembaga biasa.
7.       VSAT (vey small aperture terminal)
VSAT (Very small aperture terminal) merupakan pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi internet dimana tidak ada intrastuktur lain seperti leased, adsl, isdn, bahkan tidak juga telepon. VSAT ini berbentuk seperti pirigan yang berukuran besar dan menghadap ke langit deangan peralatan ini maka sinyal digial diterima dan dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainya diatas bumi.
Sebenarya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelt geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di permukaaan bumi, katakanlah diatas monas maka dia akan selalu berada di atas sama dan mengikuti perpuaran bumi pada sumbunya. Kronologi satelit VSAT menawarkan beberapa kelebihan yang tidak dimilliki jaringan terrestrial (didarat atau bumi) dalam hal jangkauan, sebuah satelit GEO (Geostasionary earth orbit) dapat meliputi lebih dari sepertiga (+40%) permukaan bumi. Tiga satelit GEO sudah dapat menjangkau seluruh wilayah di bumi kecuali sebagian daerah kutub. Wilayah liputan yang sedemikian luas secara ekonomis menyebabkan system satelit jauh lebih murah dibandingan jika harus membangun jaringan serat optic ataupun jaringan terrestrial lainnya untuk luas cakupan yang sama. Jaringan komunikasi satelit VSAT untuk pengiriman data dan suara menjamin keandalan atau realibilitas. Keberhasilan hubungan sebesar 99,9 %. Disamping itu kelebihan yang tak kalah pentingnya adalah kemudahan dan kecepatan pemasangan terminal VSAT.
Dalam system VSAT, topologi yang paling popular adalah start. Dalam konfigurasi sebuah stasiun berhubungan banyak dengan remot setting. Yang tersebar di banyak loaksi. Dengan teknologi ini , kecepatan transmisi data dapat mencapai 55 mbps.
8.       Radio paket
Radio paket merupakan suatu bentuk komunikasi data/aplikasi yang menggunakkan gelomang radio sebagai media koneksi.gelombang radio dapat  disbut sebagai medium seperti halnya kabel.pada dasarnya saat kita menggunakan internet, lalulintas  data antara suatu ISP kebackbome atau jaringan utama bisa jadi lewat radio , satelit, mikro wafe. Untuk akses internet lewat radio, kita harus menggunakan modem khusus untuk radio
Modem radio jenisnya bermacam macam. Modem pertama kali dikembangkan adalah TNC (terminal node controller). TNC dikrmbangkan pada tahun 1982 , dan dirancang sebagai sebuah computer mini berbasis zilog Z-80 yang dilengkapi dengan modem radio. Modem yang kedua adalah baycom modem. Modem ini dekembangkan oleh baycom group, satu kelompok amatir radio diJerman. Modem ini hanya berisi modulator-demodulator sederhana berbasis IC TCM 3105. Modem ini dibantu dengan sebuah perangkat lunak pacet dliver yaitu AX25.COM
        Bentuk koneksi internet dengan menggunakan radio pacet sebenarnya tidak banyak berbeda dengan internet dengan menggunakan sambungan telepon. Pengguna harus menyiapkan sebuah modem radio dan pesawat radio komunikasi. Modem radio tidak sama dengan modem telepon. Karena modem radio dirancang khusus untuk mengirim atau menerima data dari pesawat radio.  Pesawat radio komunikasi yang dapat dipakai ada bermacam macam, contohnya pesawat radio 2m VHF (144mhz) atau lebih popular dengan sebutan HT ( Hndy Talkie).
        Alternative koneksi atau akses internet lewat gelombang radio ini merupakan koneksi paling ekonomis, karena biaya telepon dapat ditekan. Sakarang, kemajuan teknologi ini telah memungkinkan kita untuk menggunakan kartu suara yang dapat digunakan sebagai modem radio pacet. Namun, kecepatan radio ini hanya berkisar antara 1,2kbps dan 9,6kbps.
9.       TV kabel
TV kabel juga dapat kita gunakan sebagai saluran untuk mengakses atau koneksi internet. Internet lewat jaringan TV kabel mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan internet lewat jaringan telepon. Salah satunya adalah akses internet dapat dilakukan selama 24 jam. Hal ini bisa  terjadi karena operator TV kabel mengaktifkan jaringan pada pelayanannya selama 24 jam penuh. Jika pelanggan menambah fasilatas , para operator TV kabel akan menarik tambahan pada biya pada langganan bulanan. Biaya tambahan ini lebih murah dibanding ongkos yang harus dibayar jika menggunakan media saluran telepon selama 24 penuh untuk 1bulan. Selain itu, dengan kabel internet, kita tidak perlu lagi melakuakan proses dialing seperti yang dilakukan pada jaringan telepon. Tidak ada lagi jawaban nada sibuk(busy tone) saat semua saluran telepon ke ISP sedang padat. Bahkan tidak ada lagi panggilan telepon yang tiak terjaab saat kita sedang akses internet.
                Internet kabel menggunakan kabel koak sian sebagai media aksesnya. Pada awalnya kabel koak sial itu hanya digunakan untuk menyalurkan sinyal t saja. Bahkan dalam beberapa system, kabel koak sial hanya dipakai sebagai media untuk mendestrebusikan sinyal. Selain itu disesteem lain, kobel serat optic ditarik dari perusahaan penyedia layanan TV kabel keberbagai wilayah utama. Ditempat tersebut kabel serat optic diubah sinyalnya untuk dialihkan mengguanakan kabel koak sial kerumah rumah pelanggan. Teknologi yang menggabungkan serat optic dan kabel koak sial untuk didistribusikan pelanggan dikenal dengan teknologi HVC (Hybird Fiber-Coaxial). Teknologi HFC merupakan plat from jaringan yang menyediakan 3 saluran sekaligus antara lain saluran TV , akses internet cepat, dan telepon.
                Kecepatan transmisi data ( upstream dan downstream) juga lebih tinggi dibanding transmisi data pada jaringan telepon  standar maupun ISDN. Jika kecepatan transmisi data maksimal pada salura standar 288,8 kbps dan ISDN sebesar 128 kbps, maka pada jaringan TV kabel dapat mencapai 38 mbps (megabit per detik). Kecepatan transmisi data ini kinerjanya tidak terpengaruhi jauh dekatnya jarak antara pelanggan dan penyedia layanan. Dengan kecepatan setinggi itu, kita dapat menerima aliran audio (audio video stream) yang lebih lancar tidak diam membeku (freeze). Dengan demikian, teleconference dengan live video audio bersama rekan kerja atau video audio chatting dengan keluarga ditempat yang jauh dapat dilakukan dengan nyaman.
10.   Kabel listrik (PLC/Power line communication)
Kabel listrik merupakan alternative baru untuk akses kedunia maya (internet). Secara teoritis, kabel listrik atau power line communication (PLC) mampu menyediakan akses cepat hingga 10 mbps. Dengan akses diap up (lewat telepon) yang baru bisa mencapai 56 kbps misalnya berarti kecepatan akses PLC mampu mencapai 200 kali lebih cepat. Melalui teknologi ini, pengguna juga sekaligus bisa menelepon dengan VOIP (voice over internet protocol), melakukan transfer video dan aktifitas berinternet umunya.
                Secara prinsip, pengiriman data melalui kabel listrik dilakukan dengan menumpangkan sinyal komunikasi yang berisi data di bawah frekuensi aliran listrik. Proses penumpangan sinyal data.
                Dalam teknologi PLC, modem yang digunakan berbeda dengan jenis modem yang biasa digunakan untuk dial up.
11.   Teknologi WAP (Wireless Application Protocol)
WAP adalah sebuah protocol yang memungkinkan para pengguna ponsel dapat mengakses layanan-layanan on-line imternrt dengan menggunakan build-in bro  w ser pada ponsel. WAP programming menggunakan bahasa computer yang mirip dengan HTML yang dinamakan wireless website/situs pada peralatan wireless, contohnya ponsel.
Seperti halnya HTP (Situs yang ditampilkam lewat browser seperti internrt explorer, opera, nescape navigator, mosilla, dsb) untuk dapat masuk ke situs-situs WAP, ponsel kita membutuhkan aplikasi berupa mini browser WAP. WAP berkerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps.
12.   GPRS (general packet radio servise)
Teknologi GPRS (general packet service) yang memungkinkan kita untuk dapat mengakses internet dimana pun berada selama sinyal GPRS tersebut ada. Namun, ada beberapa operator GSM yang menawarkan tariff flat per bulan dan bukan hitungan banyaknya data yang di transfer. Jadi, sebagai pengguna GPRS bisa memilih yang sesuai dengan manfaat dan kemampuan financial yang dimiliki pengguna.
13.   WIFI (Wireless Fidelity)
WIFI (Wireless fidelity)adalah standar IEEE (insiute of electrical and electronics engineers) 802.11x< yaitu teknologi wireless/nirkabel yang mampu menyediakan akses internet dengan bendwidth besar, mencapai 11 mbps. WIFI merupakan teknologi tanpa kabel yang bekerja seperti telepon seluler di dalam dan diluar rumah.


panduan membangun jaringan peer to peer


Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel

Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel – Sebelumnya saya sudah pernah menulis artikel mengenai cara membuat/membangun jaringan peer to peer. Namun pada artikel tersebut jenis koneksi atau media transmisi yang digunakan yaitu wireless, dengan memanfaatkan teknologi adhoc. Bernita melanjutkan tulisan terdahulu, pada artikel ini saya akan membagi kepada Anda bagaimana cara membuat atau membangun jaringan peer to peer yang menggunakan koneksi kabel.
Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
Ada beberapa hal mendasar yang menjadi perbedaan antara koneksi wireless dan kabel. Salah satunya, kita harus membuat kabel terlebih dahulu, dan juga kabel yang kita buat tersebut harus sesuai dengan apa yang akan kita hubungkan. Karena pada jaringan peer to peer yang menggunakan koneksi kabel, tidak selalu menghubungkan komputer dengan komputer secara langsung. Bisa juga menggunakan perangkat tambahan seperti switch ataupun hub, dengan tujuan agar bisa menghubungkan lebih dari dua komputer. Jadi menentukan tipe kabel yang akan digunakan sangatlah penting.
Kita tidak akan mempermasalahkan tentang kabel lebih jauh, saya asumsikan Anda sudah mengerti mengenai susunan kabel UTP serta kegunaannya. Oke, langsung saja kita mulai membangun jaringan peer to peer. Pada tutorial dibawah ini, saya uga menyertakan sedikit tentang subnetting, yang dimaksudkan agar Anda bisa lebih mengerti dengan subnetting.
Topologi pertama, menghubungkan dua komputer
Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
Apabila komputer yang ingin dihubungkan hanya berjumlah dua, kita tidak perlu repot-repot menambah perangkat jaringan lain seperti misalnya switch. Cukup dengan satu buah kabel saja kita sudah bisa menghubungkan kedua komputer tersebut. Syarat utama komputer untuk terhubung dengan jaringan adalah memiliki Network Interfaces Card.
Langkah-langkah pembuatan jaringan peer to peer
Kita asumsikan bahwa kedua komputer sudah memiliki syarat yang dibutuhkan dan sudah terhubung dengan baik. Setelah semua terhubung dengan baik, kita bisa mengatur IP address pada setiap komputer.

Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
1.  Pada gambar topologi diatas kita mengatur IP address komputer A 192.168.1.1 dengansubnetmask 255.255.255.0
2.  Itu berarti komputer B tidak bisa lagi menggunakan IP address 192.168.1.1, karena sudah digunakan pada komputer A.
3.  Berdasarkan subnetmask yang ada, banyaknya range IP address adalah 256 host. (192.168.1.0 s/d 192.168.1.255). Baca cara melakukan subnetting IP Address.
4.  IP 192.168.1.0 tidak bisa digunakan karena diperuntukan untuk network address, begitu juga dengan IP 192.168.1.255 karena alamat tersebut digunakan untuk broadcast Address.
5.  Jadi, IP address yang tersedia untuk bisa digunakan pada komputer B yaitu 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254.
6.  Setelah menentukan IP address untuk komputer B, langsung saja kita setting IP address untuk komputer B. Misal IP Address 192.168.1.30 dengan subnetmask 255.255.255.0.
7.  Setelah masing-masing komputer memiliki IP Address, kita bisa langsung mengetes koneksi antara dua komputer tersebut.
8.  Pada PC A, lakuka tes ping ke IP address komputer B. Pastikan sudah reply.
9.  Pada PC B, lakuka tes ping ke IP address komputer A. Pastikan sudah reply.
10.      Apabila saat melakukan ping mendapat pesan error, itu berarti koneksi antara dua komputer belum berhasil. Hal ini bisa terjadi karena windows firewall belum dimatikan. Coba Anda matikan fitur windows firewall dan tes koneksi kembali melalui ping. Lihat cara mematikan firewall di windows
Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
Setelah dua komputer sudah terkoneksi, baik itu secara fisik maupun software, berarti jaringan peer to peer Anda sudah berhasil dibuat. Kini Anda bisa saling bertukar data antara komputer A dan komputer B.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Topologi kedua, menghubungkan lebih dari dua komputer
Jika kita ingin menghubungkan lebih dari dua komputer pada jaringan, kita harus menambahkan satu perangkat yang berfungsi sebagai consentrator. Perangkat yang dimaksud adalah switch ataupun hub.
Sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, pada topologi yang kedua ini kita harus menambahkan perangkat baru, jumlah kabel yang lebih banyak, dan tentunya jenis kabel yang digunakan adalah straight-trought.
Sebenarnya sama saja metode yang dilakukan untuk membangun jaringan peer to peer yang jumlah komputer lebih dari dua. Setelah terhubung dengan baik secara fisik, kita hanya perlu melakukan configurasi IP address di setiap komputer, agar semua komputer dapat saling terhubung dan bertukar informasi.
Panduan Membangun Jaringan Peer to Peer Sederhana Menggunakan Koneksi Kabel
1.  Pada topologi kita asumsikan komputer A sudah terkonfigurasi IP addressnya 192.168.1.1 dengan subnetmask 255.255.255.240. 
2.  Karena subnetmask nya adalah 255.255.255.240, maka jumlah range ip address adalah 256 – 40 = 16 Host. 
3.  Jumlah blok subnet adalah 256 : 16 host = 16 Blok subnet. (Blok I: 192.168.1.0 – 192.168.1.15, Blok II: 192.168.1.16 – 192.168.1.31, dan seterusnya)
4.  Karena komputer A berada pada blok pertama, maka IP address yang tersedia untuk komputer B, C, dan D berkisar antara 192.168.1.2 s/d 192.168.1.14.
5.  Setelah ketiga komputer lainnya sudah disetting IP address nya. Coba lakukan ping dari komputer A ke komputer B, C, dan D. Pastikan reply.
6.  Begitu pula pengetesan koneksi dari komputer B, C, dan D, pastikan sudah reply
Jika dari semua komputer sudah reply, berarti jaringan peer to peer Anda sudah berhasil dibuat. Antara keempat komputer yang terhubung tersebut sudah bisa saling bertukar data.
Gimana, mudah bukan membangun jaringan peer to peer menggunakan koneksi kabel. Mungkin Anda agak sedikit kebingunan dengan subnetting yang ada diatas. Bagi Anda yang masih bingung dengan perhitungan subnetting IP address, silahkan baca pada artikel tentang cara menghitung subnetting.


jaringan peer to peer


Pengertian Jaringan Peer to Peer Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Agar semua komputer dalam sebuah wilayah yang sama dapat saling terhubung, saling berbagi data dan informasi, maka dibentuklah jaringan komputer. Jaringan komputer yang dibentuk ini bermacam-macam jenisnya, baik dilihat dari skala jaringan, susunan struktur jaringan, media transmisi data, atau fungsinya. Berdasarkan fungsinya, jaringan dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu jaringan client server dan jaringan peer to peer.
Pada jaringan client server, terdapat satu komputer yang berfungsi sebagai server yang mengatur sistem dalam jaringan, sedangkan komputer lainnya bertindak sebagai klien. Berbeda dengan jaringan client server, pada jaringan peer to peer tidak memiliki server pusat yang mengatur klien-klien. Pada jaringan peer to peer semua komputer bertindak sebagai server untuk komputer lainnya, jadi semua komputer adalah server sekaligus juga klien.
Jaringan Client-Server VS Peer to Peer
Jenis jaringan peer to peer sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1980 dan banyak digunakan pada jaringan yang skalanya terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi. Namun jaringan ini baru mulai banyak digunakan ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows For Workgroups. Aplikasi file sharing (berbagi berkas) pada jaringan internet seperti Napster membuat konsep jaringan peer to peer menjadi populer. Dengan konsep jaringan ini, para pengguna dimungkinkan untuk saling berbagi, mencari dan mengunduh data dari seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tanpa melalui perantara.
Pengertian Jaringan Peer To Peer
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jaringan peer to peer merupakan jaringan komputer dimana setiap komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut merupakan klien sekaligus juga server. Jaringan ini dibentuk tanpa adanya kontrol terpusat dari sebuah server yang terdedikasi. Setiap komputer memiliki kedudukan yang sama. Pertukaran data antar komputer serta penggunaan fasilitas komputer yang terhubung pada jaringan peer to peer dapat dilakukan secara langsung. Tidak ada pengendali dan pembagian hak akses.
Skema Sederhana Jaringan Peer to Peer
Misalkan ketika komputer A dalam jaringan peer to peer akan mengambil data dari komputer B, maka pada saat itu komputer A akan bertindak sebagai server sehinga dapat mengakses file dari komputer B. Sedangkan komputer B saat itu bertindak sebagai klien. Demikian juga sebaliknya, jika komputer B mengambil data dari komputer A, atau komputer C, maka saat mengakses file komputer B akan bertindak sebagai server, dan komputer A atau C bertindak sebagai klien. Kedua fungsi tersebut, server dank lien dapat dilakukan oleh komputer dalam jaringan peer to peer secara bersamaan.
Jaringan peer to peer biasanya diterapkan pada jaringan dengan skala kecil, 2 hingga 10 komputer dengan satu atau dua peripheral. Tujuan penggunaan jaringan peer to peer yang paling utama adalah penggunaan program, data atau peripheral (misalnya printer) secara bersama-sama. Untuk keamanan, setiap user komputer bertanggung jawab terhadap keamanan komputernya masing-masing.
Karakteristik Jaringan Peer To Peer
Karakterisrik dari jaringan peer to peer antara lain:
  1. Tidak memiliki sebuah komputer yang berfungsi sebagai server terdedikasi.
  2. Setiap komputer dalam jaringan merupakan server dan sekaligus juga klien.
  3. Tidak adanya kontrol pada pengaturan keamanan jaringan
  4. Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang setara untuk dapat terhubung dalam satu jaringan
Jaringan peer to peer memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibanding dengan jaringan client server, yaitu sebagai berikut:
Kelebihan jaringan peer to peer
  1. Biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikannya jauh lebih murah,, sebab tidak memerlukan server dengan spesifikasi yang tinggi untuk dapat melayani semua client
  2. Setiap komputer dalam jaringan berperan sebagai klien dan juga server, sehingga semua komputer memiliki hak yang sama.
  3. Kelangsungan kinerja jaringan tidak tergantung pada komputer server.
  4. Tidak membutuhkan sistem operasi maupun aplikasi khusus untuk server.
  5. Tidak membutuhkan administrator khusus untuk merawat jaringan.
  6. Instalasi jaringan mudah.
  7. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai hardware seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer, atau fasilitas lain yang terhubung dalam satu jaringan.
  8. Jika salah satu komputer bermasalah, tidak akan mempengaruhi jaringan atau komputer lain.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  1. Tingkat keamanan jaringan rendah, rentan terhadap serangan pihak luar. Sebab tanpa adanya server, keamanan dalam jaringan ditentukan oleh setiap user masing-masing komputer.
  2. Backup juga dilakukan pada masing-masing komputer.
  3. Troubleshooting (identifikasi permasalahan) jaringan lebih sulit, sebab semua komputer terlibat dalam sistem komunikasi jaringan.
  4. Sulit dikembangkan, sebab tipe jaringan ini tidak cocok untuk digunakan dalam skala besar
  5. Administrasi tidak terkontrol.
  6. Kinerja jaringan lebih rendah karena selain harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan, setiap komputer juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasinya sendiri.
  7. Banyak file sharing akan mempengaruhi kinerja komputer.
Untuk membangun jaringan peer to peer tidak memerlukan hub, sebab antar komputer bisa langsung dihubungkan menggunakan sebuah kabel UTP dan konektor RJ45. Komputer yang dihubungkan pun tidak harus memiliki spesifikasi yang sama, cukup dengan menambahkan network card pada komputer, maka komputer bisa saling terhubung.
Pada jaringan internet, penggunaan konsep peer to peer oleh berbagai penyedia layanan peer to peer atau yang dikenal dengan istileh ‘file sharing’ membuat kita dapat melihat file yang dimiliki orang lain yang juga terhubung dengan internet. Dan bukan hanya itu, kita juga dapat mendownload dan mengcopynya. Hal ini menjadi kontroversi, sebab ilegal file sharing dapat menimbulkan banyak kerugian, misalnya seperti kasus Naspster (berbagi file musik) di tahun 1999 lalu.
Demikian artikel mengenai pengertian jaringan peer to peer ini. Jaringan peer to peer merupakan jaringan dimana semua komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut merupakan client dan sekaligus juga server, sehingga memiliki hak dan kewajiban yang sama.




cara menghubungkan 2 kabel lan


Cara Menghubungkan Dua Komputer dengan kabel LAN (peer to peer)Apabila anda mempunyai dua  komputer dan ingin agar kedua komputer tersebut saling terhubung dan dapat saling berkomunikasi, supaya bisa bertukar data, sharing internet, sharing printer, sharing aplikasi, game 2 Players, dll, cara yang paling mudah adalah dengan menghubungkannya menggunakan kabel UTP / kabel LAN.Syaratnya yaitu kedua komputer memiliki port Ethernet (LAN Card/NIC Card).https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggkjl8XyWvXC6EncBizFu2Qi0w6oaSor0SrOv7oTUdFTBC8RHRslkdJ7T8oaNkvZ-GYoHTeoXpe1HUL4DSx9EUykSgGTzByH98ezx7t3-xf_Juk82PgvefifdXIg_IeJ4o6DeRzvIrKWa2/s320/cross+lan.jpgUmumnya komputer yang ada pada saat ini sudah memiliki port Ethernet ini. Untuk komputer yang lama dan tidak memiliki, dapat ditambahkan NIC PCI atau NIC USB (USB to LAN)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6edAFfIzi7ZUJHoVDXHHZZSPbVOvtZjktl1OgX3ZltQRC80zUdWhWYL1OGkITmMkCX4w8sPn5I4n53NHko9nJAe_XAuPC4MSSuYWDMKijO3YiuerFa-2f_HXgHqx7ravlI8XU0v29G9Y6/s200/lan+port.jpg
Port LAN pada komputer Desktop
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix6tRCMlMfiBOFegJOW3O-yFqr_cbuzq6LuBkBFhQAJVmu0dtnaBeJPTyqTklZdpDoMHH3cffrfEk48NdOu_KWsbh_3XRLH3i859PHuH9z1pYVR2SJikC-XQCJFciRv-j13SJZZr5e-NjL/s200/laptop+LAN+port.jpg
Port LAN pada Laptop
Untuk dapat saling berhubungan antara kedua komputer secara langsung ini (tanpa menggunakan perangkat Switch) kita gunakan Kabel UTP / kabel  LAN dengan konfigurasi Cross-over.Kalau anda sudah mempunyai kabel LAN dengan konfigurasi Cross-over, tinggal colokkan kedua ujung konektornya pada masing-masing port ethernet di kedua komputer yang akan saling terhubung.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggkjl8XyWvXC6EncBizFu2Qi0w6oaSor0SrOv7oTUdFTBC8RHRslkdJ7T8oaNkvZ-GYoHTeoXpe1HUL4DSx9EUykSgGTzByH98ezx7t3-xf_Juk82PgvefifdXIg_IeJ4o6DeRzvIrKWa2/s320/cross+lan.jpg
Komputer A                                                   Komputer B
Setting IP Address. Setelah kita sudah menyiapkan koneksi  fisiknya, kemudian agar kedua komputer dapat saling bisa berkomunikasi,  maka harus diset IP address pada masing-masing komputer ( komputer A dan komputer B).Pada langkah-langkah berikut dan contoh-contoh capturenya adalah untuk Windows 7, (untuk Windows yang lain XP, Windows 8, tidak jauh berbeda, hanya beda tampilan saja).• Klik pada Logo Network di sebeleh kanan bawah layar desktop, kemudian klik Open Network and Sharing Centerhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAZE7_HMt24uyGAhuiYO_MvW0ogJpFxADecBU-361qXX2x2NcHEOWIQTapw4RChsPxVO3qMLPjb5CRJhyphenhypheno5sWQGNvH0HNbQZ3eWxTtymQzh4VREqLsGgN7gJ5b4hHES_5IHxGi90ZBslsT/s320/set+ip+1.jpg• Kemudian klik Local Area Connection https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxif4NIVxU-WudM9b-wsSmNbqMd_pD0PgJWwonVOi7vhbTXTFk9m2Ij-Evf0g9ez0fRo-ggH25VNbtcerPspaAyN4tJME1o1xfhYF4LIROI2-kR9RTEUTIOxzbp_42zNb289xCxco014pT/s320/set+ip+2.jpg• kemudian klik pada Propertieshttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1NyCgYDD5kmJN-dTBYm7aBsfBoZaWRIhUak2OxG7tZBCzC22dClWtW2YyhzZpfCAfMZbqrS_8TvmDS6H6NszQ1z6OAB-ykXiMf-kC0cLY3ZXIkA5IMCsxN5aEfrbHRXY0JtPRVIq1pVE2/s320/set+ip+3.jpg• Sorot pada Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)• Klik Propertieshttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOB0EXchoE8SWWXOY7gaaFSoeTrlOE-PvXCtYz0qZyXQSVwPJuNHFOoRHXAC_cZ-BnUO0aAC5Uxl7i4Mmwxsy9pRbJG6Xk4GAjXCCtaqOOhIQQDq0Wt0vZrPrSW42mE1fpGdMKzPDYdRXW/s320/set+ip+4.jpg• Pilih Use the following IP address• Isikan IP address, contoh : 192.168.0.1• Subnet mask : 255.255.255.0• Klik OKhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaPQurI_KI2vJilfKeoa4Jyr87YFwK_kzbQ8l7hj4y3tABhGlHH1FtnSqZJFLfQGXpqk9O3Ruec_O9OHyxBeV5Jv1aLvzIXj4wkXsVOhYK-MTV1_qS-MjNmjgy0RR8IlTYptpkOLaSoo1g/s320/set+ip+5.jpgTadi itu adalah untuk setting Komputer ALakukan langkah yang sama untuk komputer B, yang beda adalah dalam mengisi IP address• Untuk komputer B, isi IP address misal dengan : 192.168.0.2https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizk0yYEr8zIFyGWn6ePnGDT4wVxMPJQl3aVPpi0JRpDN5ZpYvG5kzu_DfXTZMwyiwPzKus630Efe06tOvR8C5JPLRSzTXQ7bv2NzhszkbFgEF8mWZqZCpPjIfYGe2QLAPQifG3yjv4XEhH/s320/set+ip+6.jpgSelesai sudah pemberian alamat IP address untuk kedua komputer, dan seharusnya antara kedua komputer tersebut sudah dapat saling berkomunikasi.• Untuk mengecek koneksi, dapat dilakukan dengan perintahping(untuk dapat melakukan perintah ping, offkan/matikan terlebih dahulu Windows Firewallnya, masuk dari Control Panel–> Windows Firewall –> Turn off Windows Firewall) Perintah Ping dari komputer A ke Komputer B• Di Komputer A masuk ke Command prompt (klik berbarenganLogo Windows dan R), kemudian ketik CMD maka akan tampil layar Command Prompt (layar yang berwarna hitam) • Ketik :Ping 192.168.0.2   kemudian tekan Enter
maka harus ada Reply dari komputer B (192.168.0.2)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9JC5-dBecj0OErBrgSDPRbkrA17lj4yBV9YoPtwh5RNpJgc2-ZJsU5vpw-KcJyDvmj7PUk0Q_5mBMV2L0IHcC1MScJSM6OQs3WhVT2lROMrUyfyVr2csTR0dMc58VRfgUqSGDKuGtahTn/s320/set+ip+7.jpg
Perintah Ping dari Komputer A ke komputer B
• Lakukan juga perintah ping dari komputer B ke komputer A 
x